Rabu, 01 April 2020

Cerpen: Belajar dari Burung Bangau


Belajar dari Burung Bangau 

Lembayung senja mulai menggelayuti sore yang penuh kedamaian. Semburat warna kemerahannya menggambarkan keindahan ciptaan Tuhan. Barisan burung bangau terbang membuat formasi huruf V. Kulihat bangau di depan mengepakkan sayapnya dengan penuh semangat. Dialah yang menjadi daya dukung bagi teman-teman dibelakangnya. Sementara bangau-bangau yang terbang dalam formasi mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang memberi semangat kepada bangau yang terbang di depan.
Sang pemimpin dengan sekuat tenaga berusaha  menjaga konsistensi kecepatan kepakan sayapnya. Dia paham betul bahwa bangau dibelakangnya tidak usah terlalu payah menembus airwall yang ada didepannya karena konsistensi gerakannya. Dialah pemimpin yang betanggung jawab dalam menempuh perjalanan kelompoknya. Dia harus memastikan bahwa jika temannya keluar dari formasi yang dibentuk, maka yang terjadi adalah kelelahan didapatnya. Dan dipastikan dia akan masuk kembali kedalam formasi V tersebut untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan bangau di depannya.  Hasilnya, seluruh kawanan angsa dapat menempuh jarak terbang 71 % lebih jauh dari pada kalau setiap angsa harus terbang sendiri-sendiri.
Ketika seekor bangau menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua bnagau lain akan ikut keluar dari formasi bersama bangau tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan bangau yang jatuh dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat terbang lagi, tidak sampai mati. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.
Ketika sang pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan bangau lain akan terbang menggantikan posisinya. Aah begitulah...Dia harus berani mengambil resiko dan menyerahkan kepemimpinnya untuk kemaslatan bangau-bangau dibelakangnya. Ia tidak mau egois dan mengorbankan teman-temannya. Sementara sang pengganti berusaha sekuat tenaga melanjutkan estafet dari bagau didepannya yang mundur teratur. Pun begitu seterusnya sampai mereka sampai kepada tujuannya.
Ya....begitupun aku. Aku harus memberikan estafet kepemimpinanku. Dua tahun sudah aku mengemban amanah untuk menjalankan kepemimpinanku sebagai ketua RW. Sesuai kesepekatan warga bahwa kepemimpinan RW berakhir satu priode dalam satu tahun. Banyak sudah keras kerasku membangun lingkungan ke RW an. Dari kerja bakti, membangun pos ronda dan terakhir membuat balai warga yang sengaja kupindahkan samping rumahku. Kubangun ia dengan kokoh agar suatu saat nanti bisa dipergunakan warga sampai anak cucu. Dananyapun kuperoleh dari iuran warga. Siasanya aku ngutang di toko bangun koh Ahtong Ling Song. Dialah yang selalu mensuport setiap kegiatan yang dilakukan di lingkungan RW.
Kini saatnya aku bertapa, mengasingkan diri setelah membuat kebisingan. Ini kulakukan setelah aku gagal menaklukan wabah congorna yang semakin merajalela di kalangan warga. Tak peduli basar kecil, tua muda, kakek nenek semua terjangkit. Sementara hutang kepada Koh Ahtong Liong Song semakin membengkak. Ah...biaralah toh hutang itu pasti akan ditanggung oleh ketua RW berikutnya. Sama dengan burung bangau yang terbang didepan segera akan digantikan oleh bnagau dibelakngnya untuk mempertahankan konsistensi formasinya. Seperti itulah kedaanku. Padahal aku sudah berjanji kepada warga Wabah ini tak akan mampu menembus pertahanan papalng pintu RW. Aku pun meyakinkan wargaku bahwa aku bisa menghadapinya. Akan kutaklukan dengan jurus CitraLuka. Biasanya makhluk kasat mata akan tunduk kepadaku. Dia akan mengabdi kepadaku sampai akhirnya dia secara sadar ataupun tidak menyerahkan diri sepenuhnya kepadaku. Walaupun  harus berdarah-darah membelaku.
Aku terkesiap ketika bidadari syurgaku menghidangkan kehadapanku semangkuk mie ayam dan segelas air jeruk hangat. Sementara sop Iga sapi disantapnya dengan lahap. Aku tersenyum hangat menyambutnya. Dialah yang selalu menemaniku dalam suka dan duka. Dialah yang selalu memperhatkan penampilanku. Baik ketika dalam bertugas maupun ketika sedang menikmati liburan.  
Semoga penggantiku lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar